Minggu, 18 Desember 2016

konfigurasi owncloud di debian 8

TUTORIAL OWNCLOUD
by Aldi Pratama
Kunjungi Blog Jasa : Net4Design

OwnCloud bisa menjadi solusi yang bagus jika di implementasikan pada sebuah kampus, karena data kampus yang begitu banyak bisa lebih di managemen dengan baik dan teratur.
Dan bahkan setiap mahasiswa akan memiliki stroge pribadi yang dapat digunakan untuk menyimpan berkas aktifitas kuliahnya di cloud pribadi yang dimiliki kampus tersebut.
Penerapan seperti ini sangat efisien menurut saya karena dapat dimanfaatkan untuk mengelola dan mengsinkromisasikan buku alamat (Address), daftar jadwal, gambar, berkas-berkas Office, Video dan Audio yang disimpan di server lokal maupun di tempat hosting
Yah bisa di bilang data center kecil yang berguna dalam memanagent file file dokumen milik kampus tersebut.
Tidak hanya secara internal Aplikasi yang dibangun menggunakan bahasa pemrogaraman PHP-5 ini, diklaim mampu melakukan sinkronisasi lebih cepat dan dengan mudah dapat disambungkan ke layanan Cloud eksternal seperti, Dropbox maupun Google Drive.
Untuk menjalankan nya tersedia berbagai macam operating system, dan pada umumnya lebih sering di jalan kan dengan menggunakan Linux, baik itu Ubuntu server bahkan distro distro linux lain nya.
Dan untuk client juga bisa di integrasinya dengan mobile android, dengan demikian data yang ada pada server yang telah di jalankan Owncloud bisa di akses kapan pun dan dimana pun.
Bayang kan bagaimana mudahnya dalam memanagement data jika OwnCloud ini di terapkan di kampus. Pasti akan menjadi solusi yang sangat efisien dalam memanagent file file kampus tersebut.
Sampai saat ini OwnCloud dengan berbagai fitur dan perbaikan yang telah di tambahkan.

Alat dan bahan yang harus di siapkan untuk konfigurasi owncloud :
  1. Paket Owncloud bisa download di sini
  2. Apache bisa lihat tutorialnya di sini
  3. DNS bisa lihat tutorialnya di sini
  4. FTP bisa lihat tutorialnya di sini
  5. Database bisa lihat tutorialnya di sini
  6. Siapkan debian cd1,2,3
Langkah pertamama kita add debian cd 2, dan 3
#apt-cdrom add

Setelah itu Upload file owncloud yang telah di download ke server debian dengan FTP Server cara upload-nya bisa lihat di sini

Setelah di upload lalu kita copy file owncloud'a ke file /var/www/, karna saya upload dengan user aku maka file owncloud-nya pun berada di user aku.
#cp -a /home/aku/owncloud /var/www/

Lalu kita install paket owncloud-nya
#apt-get install owncloud -y

Setelah paket owncloud di install lalu beri hak akses foder ownloud yang telah kita copy kan tadi
#chown www-data:www-data /var/www/owncloud
#chmod 777 /var/www/owncloud/ -R


Lalu kita arahkan ke file owncloud yang telah kita copy kan tadi agar bisa di buka di web browser
#mcedit /etc/apache2/conf-available/owncloud.conf
dan ubahlah scrip yang telah di garis bawahi
Menjadi seperti gambar yang di bawah ini
Kemudian save dengan menekan tombol f2>>Enter dan tekan tombol f10 untuk keluar.

Setelah itu restart paket apache2
#service apache2 restart

Kemudian kita buat file Database di mysql server kata yang telah di beri warna merah bebas untuk di isi
#mysql -u root -p
password=root
mysql>create database owncloud;

mysql>create user 'aldi'@'localhost' IDENTIFIED BY 'password';

mysql>GRANT ALL ON owncloud.* TO 'aldi'@'localhost';

mysql>flush privileges;

mysql>exit;

Langkah terakhir kita cek di web browser client dengan mengetikan "aldipratama.com/owncloud" di url browser
Jika telah berhasil login seperti gambar di bawah ini maka konfigurasi owncloud kita berhasil


untuk informasi lebih lanjut hubungi : 
Facebook : Aldvic Zhou / Comment untuk blog ini

semoga bermanfaat

Sabtu, 17 Desember 2016

Konfigurasi database server di debian 8



TUTORIAL DATABASE
by Aldi Pratama
Kunjungi Blog Jasa : Net4Design



Database server adalah program komputer yang menyediakan layanan data lainnya ke komputer atau program komputer, seperti yang ditetapkan oleh model klien-server. Istilah ini juga merujuk kepada sebuah komputer yang didedikasikan untuk menjalankan program server database. Database sistem manajemen database yang sering menyediakan fungsi server, dan beberapa DBMSs (misalnya, MySQL) secara eksklusif bergantung pada model klien-server untuk akses data.

Fungsi Database Server : 
Database server menyediakan beberapa manfaat yaitu:
1. Semua data untuk organisasi dapat disimpan di satu lokasi.
2. Database server menambahkan tingkat keamanan data.
3. Database server menyediakan layanan database management service dimana data disusun
4. Dengan cara tertentu sehingga meningkatkan pencarian dan pengambilan data.
5. Beberapa client dapat mengakses data yang disimpan di database server dalam satu waktu tanpa saling menggangu satu sama lain.

Cara Kerja Database Server
Client-server model dapat diartikan sebagai model dari suatu sistem yang membagi proses sistem antara server yang mengolah database dan client yang menjalankan aplikasi. Database server mengurangi beban akses data oleh client pada server. Database dapat diakses oleh beberapa client secara bersamaan dimana data yang diakses hanya atau diubah berasal dari satu sumber yaitu database pada server.

Pertama-tama saya akan install mysql sebagai database dan phpmyadmin agar kita bisa konfigurasi secara GUI di web browser.
#apt-get install mysql-server -y

Maka akan muncul gambar seperti ini, dan isikan password "root"
Dan langkah selanjut-nya masukan password "root" juga untuk mengkonfirmasi dari password pertama

Setelah paket mysql-server di konfigurasi sekarang kita lanjut ke paket phpmyadmin
#apt-get install phpmyadmin -y

Setelah itu akan muncul seperti gambar yang di bawah ini, dan pilih saja apache2

Pada bagian ini kita pilih yes
Pada bagian ini kita samakan password dengan password mysql-server
 Masukan pasword yang sama untuk mengkonfirmasi

Langkah terakhir kita cek apakah database kita berjalan dengan benar apa tidak, kita akan cek lewat web browser, dengan mengetikan "aldipratama.com/phpmyadmin" di bagian url
 Jika telah berhasil login dan menampilkan seperti gambar di bawah maka konfigurasi kita berhasil


untuk informasi lebih lanjut hubungi : 
Facebook : Aldvic Zhou / Comment untuk blog ini

semoga bermanfaat

konfigurasi ftp di debian 8


TUTORIAL FTP SERVER
by Aldi Pratama
Kunjungi Blog Jasa : Net4Design



FTP adalah File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP.
Dua hal yang penting dalam FTP adalah FTP Server dan FTP Client.
FTP server adalah suatu server yang menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client.
FTP client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server.
Tujuan dari FTP server adalah sebagai berikut :
• Untuk tujuan sharing data
• Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer
• Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user
• Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien

Pertama kita harus menyiapkan cd2 karna di debian 8 paket ftp berada di cd2, cara untuk memasukan cd2 yaitu :
#apt-cdrom add
setalah di ketik perintah seperti itu lalu kita masukan cd2 lalu tekan Enter

Kemudian setelah cd2-nya telah di add lalu install paket ftp dengan mengetikan perintah :
#apt-get install proftpd -y

Nanti akan muncul seperti ini, pilih saja STANDALONE

Setelah itu kita masuk ke konfigurasi ftp
#mcedit /etc/proftpd/proftpd.conf

Lalu ganti Server Name dengan nama domain tpi tak perlu memkai top level domain, dan port-nya kita ubah menjadi port 30 yang seharus-nya port 21 agar lebih aman

Dan hasilnya seperti gambar di bawah ini
Kemudian save dengan menekan tombol f2>>Enter dan tekan tombol f10 untuk keluar.

Setelah semua-nya telah di konfigurasi kemudian restart paket ftp-nya
#service proftpd restart

Lalu tambahkan user untuk login ke ftp server-nya, adduser di isi dengan nama user, dan password di isi dengan password si user-nya

Langkah terakhir kita cek, di sini saya akan menggunakan filezilla, tapi di gunakan dengan web browser juga bisa dengan ketikan perintah di url seperti ini "ftp.aldipratama.com:30", tapi jika dengan filezilla seperti gambar di bawah kita isi Host=(domain server) Usename=(yang telah kita buat tadi) Password=(password si user) Port=(di isi dengan port yang telah kita ubah tadi). Lalu klik QUICKCONNECT
jika hasilnya seperti gambar di atas dengan bacaan successful maka konfigurasi ftp kita berhasil.

Dan sekarang kita akan mencoba untuk meng Upload file



untuk informasi lebih lanjut hubungi : 
Facebook : Aldvic Zhou / Comment untuk blog ini

semoga bermanfaat

konfigurasi web server HTTPS di debian 8

TUTORIAL WEB HTTPS
by Aldi Pratama
Kunjungi Blog Jasa : Net4Design


Pada konfigurasi kali ini saya akan konfigurasi webserver yang support html. Maka dari itu saya akan menginstal apache2 agar web server kita support html dan saya juga akan mengkonfigurasikan web https agar web server kita lebih aman.

Pertama-tama kita install paket untuk web server yaitu apache2.
#apt-get install apache2 -y

Setelah itu kita masuk ke file sites-available
#cd /etc/apache2/sites-available/

Lalu kita buat file ssl-nya
#mkdir /etc/apache2/ssl

setelah itu kita mengenerate dengan perintah
#openssl req -x509 -nodes -days 730 -newkey rsa:2048 -keyout /etc/apache2/ssl/apache.key -out /etc/apache2/ssl/apache.crt
lalu tekan Enter
Jika ada tampilan seperti gambar di bawah maka generate perintah kita berhasil, lalu isikan perintah yang telah di garis bawahi
      Lalu kita konfigurasi file default-ssl.conf
      #cd /
      #mcedit /etc/apache2/sites-available/default-ssl.conf
      yang di garis bawahi adalah scrip yang di ubah
      Ubah lah menjadi seperti gambar di bawah ini, lalu tambahkan scrip yang seperti di               dalam kotak
      Kemudian save dengan menekan tombol f2>>Enter dan tekan tombol f10 untuk keluar.
      
      Setalah itu kita aktifkan mode ssl dengan cara
      #a2enmod ssl

      Lalu kita cek di web browser client dengan ketikan perintah "https://aldipratama.com"
      jika web menampilkan seperti gambar di bawah maka konfigurasi kita berhasil.
     


untuk informasi lebih lanjut hubungi : 
Facebook : Aldvic Zhou / Comment untuk blog ini

semoga bermanfaat

Konfigurasi dns di debian 8

TUTORIAL DNS
by Aldi Pratama
Kunjungi Blog Jasa : Net4Design


DNS SERVER (Domain Name System) adalah sebuah service yang diberikan oleh server yang berfungsi untuk menerjemahkan suatu alamat IP menjadi sebuah nama dan sebaliknya dari nama menjadi sebuah alamat IP. Service ini mempermudah kita dalam mengingat suatu alamat jaringan, sebagai contoh kita lebih mudah untuk mengingat “google.com” daripada kita mengingat “74.125.235.50”, ia kan…?.
DNS juga memiliki sebuah struktur atau hierarki diantaranya:
þ   Root level domain
             Root level domain ini dilambang kan dengan tanda titik (.)
þ  Top level domain
             Top level domain adalah nama-nama domain-nya.contoh:
No.
TLD
Pengertian
1
.com
Untuk organisasi yang bersifat komersial
2
.edu
Untuk institusi pendidikan atau universitas
3
.org
Untuk organisasi non-profit
4
.net
Untuk network (backbone-internet), biasanya digunakan oleh  penyedia layanan internet seperti ISP (Internet Service Provider)
5
.gov
Untuk organisasi pemerintahan non-militer
6
.mil
Untuk organisasi pemerintahan militer
7
.num
Untuk number telephone
8
.arpa
Untuk reverse DNS
9
.xx
Dua huruf untuk kode negara.  Contoh:
.id
Kode untuk negara Indonesia
.my
Kode untuk negara Malaysia
.au
Kode untuk negara Australia
.us
Kode untuk negara Amerika (United State)

þ  Second level domain
             Second level domain adalah struktur domain yang lebih dikenal dengan sebutan “subdomain”. Contoh:
¨      mail.google.com
¨       translate.google.com, dan lain sebagainya.

Sebelum kita konfigurasi DNS Server kita install dulu paket DNS Servernya yaitu bind9, dan mcedit agar saat kita konfigurasi tampilan konfigurasinya lebih berwarna klo dengan nano hanya hitam putih saja kan.




Setelah itu kita copy kan file bind9-nya agar jika kita salah dalam konfigurasi-nya kita bisa mengkonfigurasi file backup-nya.



Sekarang kita konfigurasi file forward


Lalu ubah scrip yang telah di garis bawahi

Menjadi seperti gambar di bawah ini
þ  Keterangan:
¨       TTL (Time To Live) adalah lamanya waktu yang digunakan untuk menyimpan data dalam sebuah cache.
¨       @ adalah sebuah icon/symbol yang diartikan sebagai nama domain.
¨       IN adalah sortcut untuk protokol internet
¨       SOA (Start Of Authority) adalah sebuah script yang mengawali sebuah zone.
¨       ( adalah tanda kalau script lebih dari satu baris
¨       ) adalah tanda akhir dari script yang lebih dari satu baris.
¨       A menyatakan Address untuk IPV4
¨       AAAA menyatakan Address untuk IPV6
¨       NS adalah script yang menyatakan Name Server.
¨       MX (Mail Exchanger) berfungsi untuk memungkinkan tukar-menukar email antar domain untuk memproses atau meneruskan email (forwarding).
¨       10 adalah nilai prioritas untuk menghindari mail loop
¨       CNAME (Chanonical Name) script untuk aliasis atau nama samaran.

Kemudian save dengan menekan tombol f2>>Enter dan tekan tombol f10 untuk keluar.

Setalah itu kita konfigurasi file reverse-nya



Lalu ubah yang telah di garis bawahi

Menjadi seperti gambar di bawahi ini
þ  Keterangan:
¨       2 adalah host id dari nameserver address
¨    PTR (pointer) artinya mengarahkan. Jadi script diatas artinya adalah alamat dengan host id 2 akan diarahkan ke nama domain aldipratama.com
Kemudian save dengan menekan tombol f2>>Enter dan tekan tombol f10 untuk keluar.

Langkah terakhir kita konfigurasi file zones fungsinya untuk memetakan file forward ke file reverse



Lalu ubah menjadi seperti gambar di bawah ini
þ  Keterangan :
·         zone adalah statement yang menyatakan zone, zone yang pertama menunjukan nama domain yang akan kita buat, dan yang ke2’nya di isi dengan zone untuk menyatakan address dari domain tersebut.
·         Type menunjukan tipe dari zone kita, ada 2 tipe yang terdapat, yaitu master dan slave, master yaitu file database langsung dari kita atau dari server yang kita baut, atau kita lah server sebenar’nya (tidak mengainduk pada server yang lain) dan slave adalah server dns yang file database’nya mengambildari server lain.
·         File menjunjukan letak file database yang akan mengkonfigurasi pembuatan dns yang akan kita buat, dan file named.conf ini yang menunjukan dimana letak file yang mentranslitkan domain ke ip, dan dimana letak file yang mentranslitkan ip ke domain tersebut.

Kemudian save dengan menekan tombol f2>>Enter dan tekan tombol f10 untuk keluar.

Setalah semua di konfigurasi lalu restart paket bind9-nya



Kemudian agar memastikan apakah konfigurasi DNS kita benar atau salah kita cek dengan perintah di gambar berikut

Jika setelah di cek dengan nslookup tampil seperti gambar di atas maka konfigurasi DNS kita berhasil, tetapi jika sebaliknya akan ada perintah "Server can't find" perintah tersebut menandakan bahwa konfigurasi DNS kita ada yang salah, maka dari itu untuk memperbaiki troubleshoot-nya kita cek di bagian "mcedit /etc/hosts" atau "mcedit /etc/resolv.conf" dan bagian konfigurasi yang telah kita konfigurasi tadi.

untuk informasi lebih lanjut hubungi : 
Facebook : Aldvic Zhou / Comment untuk blog ini

semoga bermanfaat


Jumat, 16 Desember 2016

Tutorial dasar mikrotik

TUTORIAL MIKROTIK
by Aldi Pratama
Kunjungi Blog Jasa : Net4Design

Pengantar


Sebelumnya, saya ingin mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karna berkat nikmat dan karunianya, sehingga Modul ini dapat di selesaikan.
Penulis  menyadari bahwa meskipun makalah ini sudah diusahakan sebaik-baiknya namun mungkin masih ada kekurangannya.
Oleh sebab itu kritik dan saran dari manapun demi kesempurnaan makalah ini akan diterima dengan senang hati. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Dan juga saya mengucapkan trimakasih, yang telah ikut andil mengembangkan Mikrotik di Indonesia. Semoga, negri kita tercinta ini, dapat terus memunculkan  generasi-generasi muda yang handal dan canggih, khususnya di bidang IT.

Daftar Isi

  1. Rencana Jaringan
  2. Mengganti Nama Identiry Router
  3. Mengganti Nama User dan Password Router
  4. Mengganti Nama Interface
  5. Konfigurasi Wireless
  6. Mendaftarkan Ip Address untuk Interface Local dan Wireless
  7. DHCP Client
  8. Konfigurasi DNS
  9. Konfigurasi DHCP
  10. Konfigurasi NAT
  11. Konfigurasi Hotspot
  12. Konfigurasi NTP
  13. Block Situs 

Rencana Jaringan

1.     Topologi


2.     Implementasi Ip Address

·         Ip Address eth1
(Dynamic)
·         Ip Address WireLess                                     
Gateway          : 202.100.30.1
Network          : 202.100.30.0/24
Subnet Mask   : 255.255.255.0
·         Ip Address eth2
Gateway          : 192.168.30.1
Network          : 192.168.30.0/24
Subnet Mask   : 255.255.255.0

Mengganti Nama Identity/Router

Pertama-tama kita Login dengan User=admin Password=(jangan di isi)

·        Lalu akan menampilkan tampilan seperti berikut



·        Setelah itu kita pilih menu System>>Identity. Lalu ganti nama Identity yang kamu inginkan.



·        Lihat lah pada gambar di bawah ini nama yang telah kita ubah

Mengganti Nama User & Password

·        Pertama kita buka menu System>>Users. Dan pilih pada settingan default
·        Maka menampilkan seperti gambar di bawah kita ubah Nama & klik Password


·        Setelah muncul kita beri password. Di sini saya akan memberi password “123”
·        Setelah itu kita tes apakah konfigurasinya berhasil atau tidak, caranya kita logout dari menu winbox dan login kembali dengan User & Password yang telah kita buat tadi.

Mengganti Nama Interface

·         Pertama klik Interface>>ether1
·         Setelah itu ubah nama interface ether 1 untuk internet
·         Lalu kita klik ether2 untuk local
·         Kita lihat untuk hasil interface yang telah kita ubah namanya

KONFIGURASI WIRELESS
·        Langkah awal kita klik Wireless, setelah muncul menu Wireless kita aktivkan dengan klik tanda ceklis di bagian atas.
·         Setelah di aktiv kan masuk ke menu wlan1 dan pilih tab Wireless
·        Jika kita ingin keamanan kita lebih aman tambahkan password untuk Wireless yang kita buat tadi
 ·         Pada menu ini kita tambahkan password yang kita inginkan
·         Dan kita lihat SSID Wireless yang telah kita buat tadi


MENDAFTARKAN IP ADDRESS UNTUK INTERFACE LOCAL DAN WIRELESS
·        Pertama pilih Ip>>Address, dan klik + untuk menambahkan Ip Address
·         Setelah muncul menu seperti di bawah langsung saja kita tambahkan Ip-nya di sini saya akan memberi ip untuk interface local
 ·         Selanjutanya kita tambahkan Ip untuk Wireless
 ·         Setelah Ip Interface Local & Wireless telah di beri Ip kita lihat konfigurasinya di Menu Ip Address List

DHCP CLIENT
·         DHCP Client, di sini Router saya akan menerima Ip Secara Otomatis dari Modem yang langsung terhubung dengan Internet. Pertama kita buka Ip>>DHCP Client dan klik +
 ·         Setelah tampil menu konfigurasi kita pilih interface yang terhubung dengan Modem yaitu Interface yang telah kita beri nama Internet
 ·         Jika pada menu DHCP Client seperti gambar menu yang di bawah statusnya telah “BOUND” berarti Router kita berhasil mendapat Ip secara otomatis dari Client
·         Dan lihat pada bagian menu Ip>>Address ada Ip yang secara otomatis terdaftarkan yaitu Ip dari modem yang di dapatkan oleh Router kita


KONFIGURASI DNS
·         DNS (Domain Name System) Server berfungsi memetakan hostname atau domain situs web di Internet ke IP address nya (menjadi IP address) agar protokolnya bisa saling berkomunikasi, klik Ip>>DNS
·         Setelah muncul konfigurasi seperti gambar di bawah di sini saya menambahkan Ip DNS Google, dan pada dynamic server ada Ip yang muncul secara otomatis karna Ip itu adalah Ip DNS/Ip gateway dari Modem jika tidak ada maka tidak bisa saling terhubung antara Modem & Router.
 ·         Dan kita cek ping Google.com pada terminal di menu Winbox


KONFIGURASI DHCP SERVER
·         DHCP Server di sini berarti Router kita yang memberikan layanan Ip secara otomatis kepada client, langsung saja kita pilih Ip>>DHCP Server>>DHCP Setup
·         Pada menu di bawah ini kita pilih Interface mana yang akan kita beri DHCP Server, di sini saya akan memilih Interface Local yang telah saya daftarkan Ip di konfigurasi sebelumnya, jadi sebelum kita konfigurasi DHCP Server kita harus mendaftarkan Ip Address terlebih dahulu. Selanjutnya ikuti saja gambar di bawah ini







·         Setelah itu kita lakukan konfigurasi DHCP Server untuk Wireless(WIFI), langkahnya sama seperti langhkah untuk interface Local hanya kita mengganti Interface-nya saja. Jika sudah maka akan tampil seperti menu gambar berikut.



KONFIGURASI NAT

·         NAT berfungsi sebagai penghubung ke internet dalam satu Ip, langsung saja kita pilih Ip>>Firewall>>NAT
 ·         Dan pilih tab General, Chain=Srcnat, Out Interface=Internet
 ·         Setelah itu pilih tab Action
 ·         Dan lihat lah menu Firewall



KONFIGURASI HOTSPOT
·         Hotspot di sini adalah untuk keamanan Wifi kita jadi bedanya dengan Password yang biasanya kalian masukan, di sini memasukan Passwordnya dengan memasukan User & Password di Web Browser, langkah pertama klik Ip>>Hotspot>>Servers>>Hotspot Setup
·         Lalu kita pilih Interface Wireless (WIFI)








·         Setelah itu kita pilih Tab “Server Profile” dan klik “HSPROF 1”
 ·         Lalu pilih Tab “LOGIN” dan hilangkan tanda “Ceklis” di “Cookie” agar jika Client telah Login dan sambungan terputus dengan Router kita maka si Client harus Login kembali
 ·         Lalu kita pilih Tab “User” dan kita klik + jika kita ingin menambahkan User untuk Client jika ingin di lewati juga tidak apa-apa
 ·         Setelah itu kita tambahkan User & Password
 ·         Jika sudah maka akan ada User baru yang telah kita buat
 ·         Lalu kita pilih Tab “User Profile” dan klik “DEFAULT” jika kita ingin menambahkan User Profile juga bisa tetapi saya pilih User Profile yang sudah ada
·         Setelah masuk pada konfigurasi ini kita beri berapa User yang ingin kita beri untuk client pada satu User, pilih “Shared User Profile” jika ingin tidak terbatas untuk pemakaian dalam satu User hilangkan saja tatapi jika ingin di batasi kita isikan pemakaian 1 atau lebih untuk pemakaian User
·         Coba kita cek di web browser dengan isikan domain yang telah kita buat tadi di url web browser dan setelah muncul kita masukan User & Password yang tadi kita buat
·         Setelah itu jika berhasil Logi akan tampil seperti tampilan gambar di bawah


KONFIGURASI NTP
·         Langkah awal untuk konfigurasi NTP pilih di menu winbox System>>SNTP Client
 ·         Setelah muncul konfigurasi SNTP Client lalu klik “Enable” dan pada “Primary NTP Server” isikan domain “id.pool.ntp.org” jika dengan Ip seperti gambar di bawah juga bisa
 ·         Setelah itu kita beralih ke System>>Clock lalu ubah area “Asia/Jakarta”
 ·         Dan lihat lah pada menu Winbox di bagian atas kanan (TIME) apakah telah sama dengan waktu yang berada di komputer kita


BLOCK SITUS

·         Di sini saya akan Block situs HTTPS dengan menggunakan Layer 7 langsung saja kita pilih menu Ip>>Firewall>> dan Tab Layer 7 Protocols dan klik +
 ·         Setelah itu kita isikan Name yang kita inginkan dan di bagian bawahnya kita isikan situs yang mau kita block dengan menuliskan scrip berikut ^.+(twitter.com|youtube.com|facebook.com).*$
 ·         Setelah muncul akan tampil menu seperti berikut di bagian Layer 7 Protocols
 ·         Lalu kita beralih ke tab “Filter Rules” dan klik +
 ·         Pada menu ini kita pilih Chain=Forward dan SrcAddress-nya masukan Ip Subnet interface mana yang mau kita block, saya di sini akan memblock situs yang menggunakan akses WiFi yaitu 202.100.30.0/24
 ·         Setelah itu kita beralih ke Tab “Advanced” di sini kita pilih daftar situs di Layer 7 Protocol yang tadi kita buat untuk di block
·         Lalu kita pilih Tab “Action” pada Action yang di bawah kita pilih “Drop” jadi kita memblock situs dengan cara di drop
·         Setelah itu coba test di web browser situs yang tadi kita daftarkan apakah ke block atau tidak

PENUTUP
Sekian dari pembuatan Tutorial ini, jika ada kesalahan atau kekurangan
dari Turorial ini mohon kritik dan saran, jika ingin melihat untuk lebih
jelasnya silahkan lihat pada video di links ini