TUTORIAL DNS
DNS SERVER (Domain Name System)
adalah sebuah service yang diberikan oleh server yang berfungsi untuk
menerjemahkan suatu alamat IP menjadi sebuah nama dan sebaliknya dari nama
menjadi sebuah alamat IP. Service ini mempermudah kita dalam mengingat suatu
alamat jaringan, sebagai contoh
kita lebih mudah untuk mengingat “google.com” daripada kita mengingat
“74.125.235.50”, ia kan…?.
DNS juga memiliki sebuah struktur atau
hierarki diantaranya:
þ Root level domain
Root
level domain ini dilambang kan dengan tanda titik (.)
þ Top
level domain
Top
level domain adalah nama-nama domain-nya.contoh:
No.
|
TLD
|
Pengertian
|
||||||||
1
|
.com
|
Untuk
organisasi yang bersifat komersial
|
||||||||
2
|
.edu
|
Untuk
institusi pendidikan atau universitas
|
||||||||
3
|
.org
|
Untuk
organisasi non-profit
|
||||||||
4
|
.net
|
Untuk
network (backbone-internet), biasanya digunakan oleh penyedia layanan internet seperti ISP
(Internet Service Provider)
|
||||||||
5
|
.gov
|
Untuk
organisasi pemerintahan non-militer
|
||||||||
6
|
.mil
|
Untuk
organisasi pemerintahan militer
|
||||||||
7
|
.num
|
Untuk
number telephone
|
||||||||
8
|
.arpa
|
Untuk
reverse DNS
|
||||||||
9
|
.xx
|
Dua
huruf untuk kode negara. Contoh:
|
þ Second
level domain
Second
level domain adalah struktur domain yang lebih dikenal dengan sebutan
“subdomain”. Contoh:
¨ mail.google.com
¨
translate.google.com, dan lain
sebagainya.
Sebelum kita konfigurasi
DNS Server kita install dulu paket DNS Servernya yaitu bind9, dan mcedit agar saat kita konfigurasi tampilan konfigurasinya lebih berwarna klo dengan nano hanya hitam putih saja kan.
Setelah itu kita copy kan file bind9-nya agar jika kita salah dalam konfigurasi-nya kita bisa mengkonfigurasi file backup-nya.
Sekarang kita konfigurasi file forward
Lalu ubah scrip yang telah di garis bawahi
Menjadi seperti gambar di bawah ini
þ
Keterangan:
¨
TTL (Time To Live) adalah lamanya waktu yang
digunakan untuk menyimpan data dalam sebuah cache.
¨
@ adalah sebuah icon/symbol yang diartikan
sebagai nama domain.
¨
IN adalah sortcut untuk protokol internet
¨
SOA (Start Of Authority) adalah sebuah script
yang mengawali sebuah zone.
¨
( adalah tanda kalau script lebih dari satu
baris
¨
) adalah tanda akhir dari script yang lebih dari
satu baris.
¨
A menyatakan Address untuk IPV4
¨
AAAA menyatakan Address untuk IPV6
¨
NS adalah script yang menyatakan Name Server.
¨
MX (Mail Exchanger) berfungsi untuk memungkinkan
tukar-menukar email antar domain untuk memproses atau meneruskan email
(forwarding).
¨
10 adalah nilai prioritas untuk menghindari mail
loop
¨
CNAME (Chanonical Name) script untuk aliasis
atau nama samaran.
Kemudian save dengan
menekan tombol f2>>Enter dan tekan tombol f10 untuk keluar.
Setalah itu kita konfigurasi file reverse-nya
Lalu ubah yang telah di garis bawahi
Menjadi seperti gambar di bawahi ini
þ
Keterangan:
¨ 2 adalah host id dari nameserver address
¨ PTR (pointer) artinya mengarahkan. Jadi script
diatas artinya adalah alamat dengan host id 2 akan diarahkan ke nama domain
aldipratama.com
Kemudian save dengan
menekan tombol f2>>Enter dan tekan tombol f10 untuk keluar.
Langkah terakhir kita konfigurasi file zones fungsinya untuk memetakan file forward ke file reverse
Lalu ubah menjadi seperti gambar di bawah ini
þ Keterangan
:
·
zone adalah statement yang menyatakan
zone, zone yang pertama menunjukan nama domain yang akan kita buat, dan yang
ke2’nya di isi dengan zone untuk menyatakan address dari domain tersebut.
·
Type menunjukan tipe dari zone kita,
ada 2 tipe yang terdapat, yaitu master dan slave, master yaitu file database
langsung dari kita atau dari server yang kita baut, atau kita lah server sebenar’nya
(tidak mengainduk pada server yang lain) dan slave adalah server dns yang file
database’nya mengambildari server lain.
·
File menjunjukan letak file database
yang akan mengkonfigurasi pembuatan dns yang akan kita buat, dan file
named.conf ini yang menunjukan dimana letak file yang mentranslitkan domain ke
ip, dan dimana letak file yang mentranslitkan ip ke domain tersebut.
Kemudian save dengan
menekan tombol f2>>Enter dan tekan tombol f10 untuk keluar.
Setalah semua di konfigurasi lalu restart paket bind9-nya
Kemudian agar memastikan apakah konfigurasi DNS kita benar atau salah kita cek dengan perintah di gambar berikut
Jika setelah di cek dengan nslookup tampil seperti gambar di atas maka konfigurasi DNS kita berhasil, tetapi jika sebaliknya akan ada perintah "Server can't find" perintah tersebut menandakan bahwa konfigurasi DNS kita ada yang salah, maka dari itu untuk memperbaiki troubleshoot-nya kita cek di bagian "mcedit /etc/hosts" atau "mcedit /etc/resolv.conf" dan bagian konfigurasi yang telah kita konfigurasi tadi.
untuk informasi lebih lanjut hubungi :
Facebook : Aldvic Zhou / Comment untuk blog ini

0 komentar:
Posting Komentar